شُرُوْطُ إِعْمَالِ "لا" عَمِلَ إنَّ
(Syarat Pengamalan لا Yang Beramal dengan
Amalan إنَّ )
|
إِعْلَمْ
أَنَّ " لا " تَنْصِبُ النَّكِرَاتِ بِغَيْرِ تَنْوِيْنٍ إِذَا
بَاشَرَتْ النَّكِرَةَ وَلَمْ تَتَكَرَّرْ " لا " نَحْوَ "
لاَرَجُلَ فِى الدَّارِ "
Ketahuilah
bahwa لا
me-nashobkan isim-isim nakiroh tanpa adanya tanwin jika ia bertemu dengan
isim nakiroh secara langsung (tanda adanya pemisah) dan huruf لا nya
tidak disebut secara berulang, contohnya لاَرَجُلَ
فِى الدَّارِ (Tidak ada
seorang laki-lakipun di rumah ini)
|
|
Ketahuilah
bahwa لا
nafiyah lil jinsi (yang menafikan jenis) beramal seperti amalan إنَّ
yaitu me-nashobkan isimnya baik secara lafadz ataupun secara mahal
(tempatnya) dan merofa’kan khobarnya.
Dan huruf لا ini beramal secara
wajiib dengan amalan ini dengan 4 syarat:
1.
Isim-nya harus berbentuk
nakiroh
2.
Isim-ya harus bersambung
langsung dengan لا yakni tidak ada yang memisahkan antara لا
dengan isim-nya sekalipun oleh khobarnya
3.
Khobarnya harus berbentuk
nakiroh
4.
لا nya tidak disebutkan secara berulang
فَإِنْ لَمْ
تُبَاشِرْهَا وَجَبَ الرَّفْعُ وَوَجَبَ تَكْرَارُ " لا " نَحْوَ
" لاَفِى الدَّارِ رَجُلٌ وَلاَ إِمْرَأَةٌ فَإِنْ تَكَرَّرَتْ " لا " جَازَ إِعْمَالُهَا
وَإِلْغَاؤُهَا، فَإِنْ شِئْتَ قُلْتَ ( لاَرَجُلَ فِى الدَّارِ وَلاَ
إِمْرَأَةَ ) فَإِنْ شِئْتَ قُلْتَ ( لاَ رَجُلٌ فِى الدَّارِ وَلاَ إِمْرَأَةٌ)
Jika لا itu
tidak bersambung secara langsung (dengan isimmya) maka wajib untuk
dirofa’kan, dan huruf لا nya wajib untuk disebutkan secara berulang, contoh :
لاَفِى
الدَّارِ رَجُلٌ وَلاَ إِمْرَأَةٌ
(Di dalam rumah tidak ada seorang lelakipun, tidak juga
seorang wanita). Dan jika لا nya disebutkan secara berulang maka boleh untuk menjalankan
amalan ini. Dan boleh juga tidak memfungsikannya, engkau boleh katakana:
لاَرَجُلَ
فِى الدَّارِ وَلاَ إِمْرَأَةَ
(Tidak ada seorang lellakipun di rumah ini, tidak juga seorang
wanita). Dan boleh juga engkau mengatakan :
لاَرَجُلٌ
فِى الدَّارِ وَلاَ إِمْرَاَةٌ
|
Komentar